Wikipedia

Hasil penelusuran

Translate

Sabtu, 02 November 2013

GEREJA YANG MEWARTAKAN

GEREJA YANG MEWARTAKAN


Mewartakan Injil

         Yesus  sendiri telah mengutus  para Rasul untuk  pergi ke seluruh dunia untuk  mewartakan  kabar baik  tentang  diri-Nya  dan kerajaan allah


Dan Yesus berjanji kepada para murid-Nya  yang mewartakan sabda-Nya ,Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” . (mat 28: 20).


TUGAS MEWARTAKAN
        Agar  sabda  yang telah menjelma menjadi sejarah dapat terus bertahan di bumi ini maka untuk mempertahankan hasilnya bagi semua orang. Sabda itu harus menciptakan bentuk-bentuk lain yang di dalamnya SABDA DAPAT HADIR DAN BERBICARA.


BENTUK SABDA ALLAH DALAM GEREJA

  • Sabda /pewartaan para Rasul sebagai daya yang membangun Gereja.
  • Sabda Allah dalam Kitab Suci sebagai kesaksian normatif.
  • Sabda Allah dalam pewartaan aktual Gereja sepanjang zaman.
Tiga bentuk pewartaan ini saling  berhubungan.

      Jadi tugas pewartaan adalah Mengaktualisasi apa yang disampaikan Allah dalam Kristus sebagaimana diwartakan para rasul.Dengan demikian, sabda Allah sungguh datang kepada manusia dan menyelamatkan mereka yang mendengar dan pelaksanakan pewartaan Gereja.

     Pewartaan sabda Allah oleh Gereja bukan hanya sekedar informasi mengenai Allah dan Yesus Kristus, melainkan sungguh-sungguh meghadirkan Kristus yang mulia.

DUA POLA PEWARTAAN
  • Verbal/Kata-kata 
    (Kerygma)
      Pada dasarnya merupakan tugas hierarki, tetapi para awam diharapkan untuk berpartisipasi dalam tugas ini. Misalnya sebagai :
  1.       Katekis
  2.       Guru agama
  3.       Fasilitator pendalaman Kitab Suci
  4.       Dsb. 
  • Kesaksian/Tindakan
    (Martyria) 
       Dipercayakan kepada awam. Setiap orang  Kristiani dalam hidupnya diharapkan dapat menjadi terang dan garam dalam masyarakat.

Bentuk-bentuk pewartaan 
  • Khotbah/Homili
  • Pelajaran Agama
  • Katekese Umat
  • Pendalaman Kitab Suci

TUNTUTAN DALAM PEWARTAAN

A. Mendalami dan menghayati sabda Tuhan


         Orang tidak dapat mewartakan sabda allah dengan baik, jika ia sendiri tidak mengenal dan menghayatinya.

B. Mengenal umat/ masyarakat konteksnya

         Kita hendaknya “menyatu dengan mereka yang kepadanya kita akan mewartakan kabar gembira itu”.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar

Nama

Email *

Pesan *